Rabu, 23 Oktober 2013
Mujizat itu nyata! Percayalah Tuhan Tidak Tinggal Kan mu!
Kejadian ini
bermula saat saya meminta untuk mengendarai sepedah dari rumah ke sekolah
padahal itu sudah di larang sejak awal. Ini kisah saya…
Hari itu hari pertama masuk dalam bulan Agustus, ya tepatnya
tanggal 1 Agustus 2013. Hari itu saya merasa sangat malas naik sepedah, tapi
bagaimana pun tetap saya jalani saja,di sekolah pun saya juga malas sekali.
Saya tidak mengerti apa yang terjadi pada hari ini, tapi aneh hari itu saya
bertemu dengan orang-orang yang sangat saya sayangi.
Bel pulang berbunyi saya,adik saya dan teman saya pulang
bersama hari itu.Dalam perjalanan pulang kami bernyanyi – nyanyi dan tertawa
bersama seperti biasanya. Sesampainya di pertigaan mergan kami berpisah, saya
dan adik saya berjalan menuju Bandulan dan teman saya pulang ke Mergan. Saat
itu jalan menuju rumah saya cukup sepi hanya ada 1 atau 2 kendaraan yang
melintas. Adik saya berjalan di depan mendahului saya dan saya mengikuti di
belakangnya.
Saat itu laju sepedah saya cepat sekali karena jalanannya
turunan sehingga laju sepedah saya semakin cepat. Pada saat itu saya mencoba
mengerem sekuat tenaga tapi hasilnya nihil tidak bisa direm. Dalam situasi
seperti itu saya hanya terpikir Tuhan Yesus, saya berkata dalam hati saya “
Tuhan Yesus tolong saya” karena sayang sangat takut pada saat itu.
Setelah itu kejadian yang luar biasa mengerikan di mulai,
setelah menyebut nama Tuhan Yesus saya
hilang kendali. Sepedah saya menabrak ban depan sepedah adik saya, karena saya
takut adik saya jatuh saya membanting stir ke kiri dan menabrak di tengah
jembatan. Sangking kencangnya laju sepedah saya, badan saya terlempar ke bawah
melompati jembatan dan pipa besi.
Orang yang melihat saya jatuh hanya diam diri dan berkata
bahwa saya sudah mati karena posisi saya jatuh sangat mengerikan. Kepala saya
berada di bawah dan kaki saya berada di atas. Saat itu tas saya nyangkut di
besi kedua setelah pipa air itu, dan pada saat jatuh itu saya sudah tidak sadar
diri sama sekali. Saat jatuh ke bawah tiba-tiba saja tubuh saya terbalik kaki
saya berada di bawah dan kepala saya berada di atas. Kata orang-orang yang
melihat tubuh saya jatuh seperti kertas yang di buang dari ketinggian 7-10
meter tingginya.
Saat saya jatuh kata adik saya, saya berteriak “ Tir, Tuhan
Yesus Tolong” dan setelah itu saya tidak berteriak lagi. Saya jatuh tepat di
sebuah lubang galian di bibir sungai yang di sebelah kanan,kiri dan atas adalah
batu yang besar dan lancip-lancip, sedangkan di bawah adalah air yang dalamnya
melebihi tinggi orang dewasa. Adik saya melihat kebawah ia melihat bahwa wajah
saya pucat sekali dan mungkin tidak
bernyawa,adik saya histeris mencari pertolongan.
Pada saat itu saya tidak sadarkan diri dan saya hanya merasa
bahwa hal itu adalah mimpi buruk yang terjadi dalam tidur saya. Dalam mimipi
itu tiba-tiba saja saya ada di ruangan gelap gulita dan saya menggunakan baju
berwarna putih. Lalu tiba-tiba ada cahaya putih dan muncullah Tuhan Yesus
mengenakan alba putih, Ia memanggil saya untuk mendekat. Kalau kalian tau sebenarnya saat itu saya sudah di panggil untuk ikut dengan Tuhan. Tapi saya tidak meraih tangan-Nya untuk ikut karena saya masih ingin hidup.
Dalam keadaan itu orang-orang berusaha mengangkat saya tapi
tidak bisa katanya tangan saya di angkat sangatlah berat. Ada orang yang
mengetahui keadaan itu ia menghentakan kakinya selama 3 kali dan berkata “ Saya
minta anak ini “ katanya. Dan dalam sekejap saya dapat di angkat oleh orang
tersebut sendirian dan saya dapat terbangun. Saya merasa pinggang sebelah kanan
saya terasa sangat sakit sekali.
Lalu keluarga saya di hubungi om saya datang tapi tidak
membawa mobil sehingga saya di naikan ke pick-up putih menuju RKZ(Rumah Sakit). Dalam
perjalanan menuju RKZ saya tidak sadarkan diri adik saya berada di samping saya
sambil berdoa Salam Maria dan Bapa Kami. Sesampainya di RKZ saya langsung di
periksakan ke UGD dan di ronsen. Di ruang ronsen saya berdoa semoga saja tidak
ada yang patah karena saya sangat takut operasi.
Saat hasil ronsen keluar ternyata tidak ada yang patah semua
tulang bagus hanya saja memar di bagian pinggang sebelah kanan dan kiri. Di
sangka keluarga saya, saya amnesia jadi saya di periksa lagi oleh dokter. Saya
di tanyai oleh dokter di situ ada Bu Krisyul(wali kelas saya),om,tante, dan orang yang menolong
saya. Kata dokter saya tidak perlu di rawat sekali pun saya masih setengah
sadar. Di RKZ saya hanya 2 jam dan langsung pulang ke rumah.
Di rumah saya dibersihkan
dan di obati luka memar dan luka lecetnya,lalu saya tidur sebentar. Sahabat
saya datang sambil menangis ibu-ibu lingkungan, tetangga-tetangga, teman-teman
kelas 8 saya dulu,serta teman-teman misdinar saya. Mama dan papa saya datang di
kemudian harinya setelah saya jatuh. Saya terbaring di tempat tidur
hanya dalam waktu 2 hari,dan saya dapat berjalan dan bertugas di gereja lagi.
Dari kejadian ini saya bisa mengambil kesimpulan bahwa
melayani Tuhan jangan setengah-setengah lakukan dengan ikhlas. Karena apa yang
kamu lakukan hari ini akan dibalas Tuhan saat kamu benar-benar membutuhkan
Tuhan dan Tuhan akan membalas semua
pelayanan mu itu dengan total juga. Jadi layani Tuhan mu dengan ikhlas dan
total !
Ini kisah nyata saya
tentang kesaksian Tuhan! Percayalah bahwa tidak ada yang mustahil bagi Dia!
Langganan:
Postingan (Atom)



